Para peneliti di Monash University telah mengembangkan bahan berbasis karbon baru yang memungkinkan superkapasitor menyimpan energi seperti baterai timbal-asam sambil memberikan daya jauh lebih besar daripada baterai konvensional.
Dengan melakukan pemanasan termal cepat pada prekursor grafit oksida, para peneliti di Monash University di Australia telah berhasil membuat superkapasitor dengan kepadatan daya volumetrik hingga 69,2 kilowatt per liter, menunjukkan pengisian cepat dan stabilitas siklus yang sangat baik.
Superkapasitor adalah kelas perangkat penyimpanan energi yang sedang berkembang yang menyimpan muatan secara elektrostatik, bukan melalui reaksi kimia dari baterai tradisional. Namun, hambatan utama telah lama menjadi luas permukaan bahan karbon yang terbatas yang tersedia untuk penyimpanan energi.
Profesor Mainak Majumder dari Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara Monash University dan Direktur Pusat Penelitian Advanced Manufacturing of 2D Materials (AM2D), mengatakan para peneliti membuka lebih banyak luas permukaan dalam bahan karbon dengan memodifikasi metode perlakuan panas.
Majumder menjelaskan bahwa kuncinya terletak pada struktur bahan baru—multiscale reduced graphene oxide (M-rGO)—yang berasal dari grafit alami. Tim peneliti menggunakan proses pemanasan termal cepat untuk membuat struktur graphene yang sangat melengkung, menciptakan saluran yang tepat untuk pergerakan ion yang cepat dan efisien, sehingga mencapai kepadatan energi dan kepadatan daya yang tinggi.
Co-penulis studi Petar Jovanović, seorang peneliti di AM2D, menyatakan bahwa ketika dirakit menjadi sel kantong, superkapasitor baru mencapai kepadatan energi volumetrik hingga 99,5 watt-jam per liter dan kepadatan daya hingga 69,2 kilowatt per liter, sambil mempertahankan stabilitas jangka panjang.
Para peneliti mencatat bahwa pencapaian ini menandai terobosan besar dalam pengembangan global generasi baru perangkat penyimpanan energi yang menggabungkan energi dan daya tinggi, membuka jalan bagi aplikasi dalam transportasi listrik, regulasi jaringan, dan elektronik konsumen.
Hasil penelitian terkait telah dipublikasikan di Nature Communications, berjudul "In-situ interlayer expansion of multi-scale curved graphene enables efficient volumetric supercapacitors."
Para peneliti di Monash University telah mengembangkan bahan berbasis karbon baru yang memungkinkan superkapasitor menyimpan energi seperti baterai timbal-asam sambil memberikan daya jauh lebih besar daripada baterai konvensional.
Dengan melakukan pemanasan termal cepat pada prekursor grafit oksida, para peneliti di Monash University di Australia telah berhasil membuat superkapasitor dengan kepadatan daya volumetrik hingga 69,2 kilowatt per liter, menunjukkan pengisian cepat dan stabilitas siklus yang sangat baik.
Superkapasitor adalah kelas perangkat penyimpanan energi yang sedang berkembang yang menyimpan muatan secara elektrostatik, bukan melalui reaksi kimia dari baterai tradisional. Namun, hambatan utama telah lama menjadi luas permukaan bahan karbon yang terbatas yang tersedia untuk penyimpanan energi.
Profesor Mainak Majumder dari Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara Monash University dan Direktur Pusat Penelitian Advanced Manufacturing of 2D Materials (AM2D), mengatakan para peneliti membuka lebih banyak luas permukaan dalam bahan karbon dengan memodifikasi metode perlakuan panas.
Majumder menjelaskan bahwa kuncinya terletak pada struktur bahan baru—multiscale reduced graphene oxide (M-rGO)—yang berasal dari grafit alami. Tim peneliti menggunakan proses pemanasan termal cepat untuk membuat struktur graphene yang sangat melengkung, menciptakan saluran yang tepat untuk pergerakan ion yang cepat dan efisien, sehingga mencapai kepadatan energi dan kepadatan daya yang tinggi.
Co-penulis studi Petar Jovanović, seorang peneliti di AM2D, menyatakan bahwa ketika dirakit menjadi sel kantong, superkapasitor baru mencapai kepadatan energi volumetrik hingga 99,5 watt-jam per liter dan kepadatan daya hingga 69,2 kilowatt per liter, sambil mempertahankan stabilitas jangka panjang.
Para peneliti mencatat bahwa pencapaian ini menandai terobosan besar dalam pengembangan global generasi baru perangkat penyimpanan energi yang menggabungkan energi dan daya tinggi, membuka jalan bagi aplikasi dalam transportasi listrik, regulasi jaringan, dan elektronik konsumen.
Hasil penelitian terkait telah dipublikasikan di Nature Communications, berjudul "In-situ interlayer expansion of multi-scale curved graphene enables efficient volumetric supercapacitors."